Aplikasi mengirim tagihan, pengingat, dan pemberitahuan isolir lewat nomor WhatsApp ISP Anda sendiri.
Sambungkan nomor WhatsApp ISP
- Buka menu WhatsApp, lalu klik Hubungkan (QR) atau Hubungkan dengan kode.
- Di HP nomor ISP, buka WhatsApp → Perangkat Tertaut → Tautkan perangkat. Pindai QR, atau pilih Tautkan dengan nomor telepon dan masukkan kode yang tampil.
- Status menjadi Terhubung, dan nomor ISP Anda tampil.
Perlu diingat:
- Pakai nomor khusus ISP. Nomor yang juga dipakai di WhatsApp Web atau aplikasi lain sering terputus.
- Kalau HP mati atau tidak ada kuota, pesan menunggu dan baru terkirim setelah nomor tersambung lagi.
- Status Nomor sudah dipakai ISP lain berarti nomor itu sudah terdaftar di akun lain. Gunakan nomor lain.
Mode percobaan
ISP baru selalu mulai dengan mode percobaan menyala. Selama itu pesan hanya dikirim ke nomor uji, dan pelanggan tidak menerima apa pun. Pesan ke nomor lain dicatat "Mode percobaan" di Log Pesan dan tidak pernah dikirim, juga sesudah mode percobaan dimatikan. Dashboard menampilkan spanduk kuning selama mode ini menyala.
- Buka WhatsApp → Pengaturan. Isi nomor uji dengan nomor Anda sendiri (paling banyak 10, satu per baris). Atur juga jam kirim dalam WIB.
- Buka WhatsApp → Kelola Template. Baca isi pesan dan sesuaikan kalimatnya bila perlu.
- Coba dengan satu pelanggan uji yang nomor HP-nya salah satu nomor uji. Buat tagihan, lalu pastikan pesannya masuk dan link bayarnya bisa dibuka.
- Periksa data pelanggan: nama, nomor HP, paket, dan tanggal jatuh tempo.
- Kalau semua benar, matikan Mode percobaan di WhatsApp → Pengaturan. Mulai saat itu pelanggan menerima WhatsApp sungguhan.
Perlu diingat:
- Tagihan yang tercatat "Mode percobaan" tidak menyusul terkirim. Sesudah mode percobaan dimatikan, kirim ulang dari Log Pesan (Kirim ulang) atau dari tombol WA di daftar invoice.
- Pesan terjadwal (tagihan, pengingat, isolir) hanya dikirim pada jam kirim. Pesan yang dibuat malam hari baru terkirim pagi.